Budjet Penggusuran Makam Mbah Priok Rp11 Miliar?

Jumat, 16 April 2010

JAKARTA- Sumber pendanaan upaya penggusuran makam Mbah Priok yang melibatkan ribuan personel Satpol PP memunculkan rasa penasaran dibenak para wakil rakyat di Kebon Sirih.

Terlebih beredar rumor bahwa dana operasional penggusuran mencapai Rp11 miliar. Dana ini diduga kuat berasal dari PT Pelindo II.

“Kalau memang ini benar maka termasuk pelanggaran HAM berat,” ujar juru bicara F-PPP, Matnoor Tindoan, dalam sidang paripurna hak interpelasi bentrok Koja di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Pertanyaan serupa juga dilontarkan juru bicara dari Fraksi PDIP. Matnoor juga mempertanyaan transparansi jumlah personel Satpol PP yang diterjunkan ke Koja pada Rabu, 14 April lalu.

“Berapa banyak Satpol PP yang diturunkan dan berapa banyak yang belum kembali. PPP minta kejelasan korban seluruhnya secara transparan baik dari Satpol maupun warga,” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara F-PKS dan F-Demokrat mempertanyakan sejumlah miras yang ditemukan di mobil petugas Satpol PP.

“Sanksi apa yang akan diberikan terhadap sikap dan tindakan satpol PP,” imbuh juru bicara F-Partai Golkar, Asraff Ali.(ful)

Disaster Recovery Planning

Disaster Recovery Planning

Disaster recovery planning adalah suatu pernyataan yang menyeluruh mengenai tindakankonsisten yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah suatu peristiwa yang mengganggu yang menyebabkan suatu kerugian penting sumber daya sistem informasi. Disaster recovery plan adalah prosedur untuk merespons suatu keadaan darurat, menyediakan backup operasi selama gangguan terjadi, dan mengelola pemulihan dan menyelamatkan proses sesudahnya. Sasaran pokok disaster recover plan adalah untuk menyediakan kemampuan dalam menerapkan proses kritis di lokasi lain dan mengembalikannya ke lokasi dan kondisi semula dalam suatu batasan waktu yang memperkecil kerugian kepada organisasi, dengan pelaksanaan prosedur recovery yang cepat.

Tujuan dan Sasaran DRP :

Tujuan DRP yang utama adalah untuk menyediakan suatu cara yang terorganisir untuk membuat keputusan jika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi. Tujuan disaster recovery plan adalah untuk mengurangi kebingungan organisasi dan meningkatkan kemampuan organisasi untuk berhubungan dengan krisis tersebut.
Sesungguhnya, ketika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi, organisasi tidak akan mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan melaksanakan suatu rencana pemulihan dengan segera. Oleh karena itu, jumlah perencanaan dan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya akan menentukan kemampuan organisasi tersebut dalam mengangani suatu bencana.

DRP mempunyai banyak sasaran, dan masing-masing sasaran tersebut penting. Sasaran-sasaran tersebut meliputi:
 Melindungi suatu organisasi dari kegagalan penyediaan jasa komputer.
 Memperkecil risiko keterlambatan suatu organisasi dalam menyediakan jasa
 Menjamin keandalan sistem melalui pengujian dan simulasi
 Memperkecil pengambilan keputusan oleh personil selama suatu bencana.

Tahapan DRP ini meliputi:
 Proses DRP
 Pengujian disaster recovery plan
 Prosedur disaster recovery

Proses Disaster Recovery Planning
Tahap ini meliputi mengembangan dan pembuatan rencana recovery yang mirip dengan proses BCP. Di sini, kita mengasumsikan bahwa identifikasi itu telah dibuat dan dasar pemikiran telah diciptakan. Sekarang kita tinggal menentukan langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk melindungi bisnis itu ketika bencana yang sebenarnya terjadi.

Langkah-Langkah di dalam tahap disaster planning process adalah sebagai berikut:
 Data Processing Continuity Planning. Perencanaan ketika terjadi bencana dan menciptakan rencana untuk mengatasi bencana tersebut.
 Disaster Recovery Plan Maintenance. Melihara rencana tersebut agar selalu diperbarui dan relevan.
1. Data Processing Continuity Planning
Berbagai cara proses backup adalah unsur-unsur terpenting dalam disaster recovery plan. Di bawah ini dapat lihat jenis-jenis proses yang paling umum:
 Mutual aid agreements
 Subcription services
 Multiple centers
 Service bureaus
 Data center backup alternatif lainnya.

a. Mutual Aid Agreements
Mutual aid agreements adalah suatu perjanjian dengan perusahaan lain yang mungkin punya kebutuhan komputasi serupa. Perusahaan lain mungkin punya bentuk wujud perangkat lunak atau perangkat keras serupa, atau memerlukan komunikasi data jaringan yang sama atau akses internet yang serupa dengan organisasi milik kita.
Di dalam persetujuan ini, kedua belah pihak setuju untuk mendukung satu sama lain ketika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi. Persetujuan ini dibuat dengan asumsi bahwa masingmasing operasi organisasi mempunyai kapasitas untuk mendukung operasi organisasi lain yang sejenis pada saat diperlukan.
Ada keuntungan yang jelas dari perjanjian ini. Hal ini memungkinkan suatu organisasi untuk memperoleh tempat sementara untuk melakukan kegiatan operasionalnya ketika terjadi bencana dengan biaya yang sangat kecil atau tanpa biaya sama sekali. Juga, jika perusahaan mempunyai kebutuhan proses yang serupa, seperti sistem operasi jaringan yang sama, kebutuhan komunikasi data yang sama, atau prosedur proses transaksi yang sama prosedur, persetujuan jenis ini mungkin tepat dan dapat dilakukan.
Persetujuan jenis ini mempunyai kerugian serius pula, bagaimanapun, dan benar-benar harus dipertimbangkan hanya jika organisasi mempunyai mitra yang sempurna dan tidak punya alternatif lain terhadap disaster recovery. Satu kerugiannya adalah mau tidak mau masing-masing infrastruktur organisasi harus mempunyai ekstra kapasitas yang tak terpakai untuk memungkinkan pengolahan operasional penuh sepanjang peristiwa yang mengganggu terjadi.
Kekurangan yang paling besar dalam rencana jenis ini adalah apa yang akan terjadi ketika bencana tersebut cukup besar dan mempengaruhi kedua organisasi tersebut. Ketika keduanya mengalami bencana, keuntungan yang sedianya bisa diperoleh menjadi tidak lagi dimungkinkan.



b. Subscription Services
Jenis skenario lain yaitu dengan menggunakan jasa langganan (subcription services). Di dalam skenario ini, pihak ketiga, jasa komersial menyediakan proses backup dan fasilitas pemrosesannya. Jasa Langganan mungkin yang paling umum dilakukan. Jenis ini mempunyai kerugian dan keuntungan yang sangat spesifik.
Terdapat tiga bentuk dasar subcription service dengan beberapa variasi:
• Hot Site
Ini adalah lokasi backup alternatif yang paling hebat. Hot site adalah suatu tempat yang mempunyai fasilitas komputer yang dipasok dengan daya listrik, pemanasan, ventilasi, dan proses pengaturan suhu, dan berfungsi sebagai file/print server dan workstation. Aplikasi yang diperlukan untuk mendukung proses transaksi secara remote di-install pada server dan workstation dan dijaga agar selalu up-to-date sesuai dengan kondisi operasional biasa. Lokasi jenis ini memerlukan pemeliharaan perangkat keras, perangkat lunak, data, dan aplikasi yang teratur untuk menjaga kesesuaian dengan kondisi biasanya. Hal ini memerlukan biaya administratif yang lebih dan cukup menghabiskan sumber daya.
Keuntungan dari hot site ini cukup banyak. Keuntungan yang utama adalah bahwa ketersediannya selama 24/7. Hot site dapat digunakan secara cepat dan tersedia (atau di dalam toleransi waktu yang diperbolehkan) sesaat setelah peristiwa yang mengganggu terjadi.

• Warm Site
Warm site merupakan kombinasi antara hot site dan cold site. Seperti halnya hot site, pada warm site terdapat suatu fasilitas komputer yang tersedia dengan daya listrik dan HVAC, tetapi aplikasinya belum di-install atau dikonfigurasi. Untuk memungkinkan pengolahan secara remote pada lokasi jenis ini, workstation harus dikirimkan dengan cepat; dan aplikasi dan data mereka perlu di-restore dari backup media. Keuntungan warm site adalah sebagai berikut: Harga. Lebih murah dibanding hot site. Lokasi. Lokasi bisa dipilih lebih fleksibel. Sumber daya. Sumber daya yang digunakan lebih sedikit daripada sumber daya yang dibutuhkan hot site. Kerugian yang utama dibandingkan dengan hot site, adalah diperlukannya waktu dan usaha yang lebih besar untuk memulai proses recovery di tempat yang baru. Jika proses operasional
transaksi tidak begitu penting dan kritis, warm site dapat menjadi pilihan yang tepat.

• Cold Site
Cold site merupakan pilihan paling tidak siap dari ketiga pilihan yang ada, tetapi mungkin yang paling umum. Cold site berbeda dengan dua yang lain, cold site merupakan suatu ruang dengan daya listrik dan HVAC, tetapi komputer harus dibawa dari luar jika diperlukan, dan link komunikasi bisa ada ataupun tidak. File/print server harus dibawa masuk, seperti halnya semua workstation, dan aplikasi perlu diinstall dan data di-resore dari backup.
Ada beberapa keuntungan cold site, bagaimanapun, yang menjadi alasan utama adalah biaya. Jika suatu organisasi mempunyai anggaran sangat kecil untuk suatu lokasi proses backup alternatif, cold site mungkin lebih baik dibanding tidak ada sama sekali.

b. Multiple Centers
Variasi untuk lokasi alternatif yang sebelumnya telah disebutkan sebelumnya dinamakan multiple centers, atau lokasi rangkap. Dalam suatu konsep multiple-center, proses pengolahan tersebar di beberapa pusat operasi, menciptakan suatu pendekatan reduncancy dan pembagian sumber daya tersedia. Multiple-center ini dimiliki dan diatur oleh organisasi yang sama (lokasi in-house) atau penggunaan bersama dengan beberapa macam persetujuan timbal balik. Keuntungannya terutama hanya semata-mata masalah finansial. Kerugian yang utama adalah relatif lebih sulit untuk dikelola.


c. Service Bureaus
Dalam kasus yang langka, suatu organisasi dapat mengontrak suatu kantor jasa/layanan untuk secara penuh menyediakan semua proses backup. Keuntungan yang besar pada jenis ini adalah ketersediaan dan tanggapan yang cepat kantor jasa/layanan dan uji coba bisa dilakukan.Kerugian dari jenis ini adalah biaya yang dibutuhkan cukup besar.
2. Disaster Recovery Plan Maintenance
Disaster Recovery Plan sering kali kadaluarsa. Perusahaan dapat menyusun kembali DRP-nya, bisnis unit yang kritis mungkin berbeda dibanding ketika rencana yang yang pertama diciptakan. Yang paling umum adalah berubahnya infrastruktur jaringan atau infrastruktur komputasi berubah (perangkat keras, perangkat lunak, dan lain komponennya). Pertimbangan boleh jadi administratif: DRP yang kompleks tidaklah dengan mudah dibaharui, personil kehilangan minat, atau terjadinya pergantian karyawan yang mempengaruhi keterlibatannya.
Apapun alasannya, merencanakan teknik pemeliharaan harus dimulai sejak dari permulaan untuk memastikan bahwa rencana tersebut selalu up-to-date dan dapat dipakai. Adalah penting untuk membangun prosedur pengelolaan ke dalam organisasi dengan memasukkannya ke dalam job description masing-masing staf yang memusatkan tanggung jawab untuk selalu diperbaharui. Juga, menciptakan prosedur audit yang dapat melaporkan secara teratur atas status rencana tersebut. Adalah juga penting memastikan bahwa tidak ada versi yang ganda atas rencana tersebut, sebab hal tersebut bisa menciptakan kebingungan ketika terjadi suatu keadaan darurat.
Lima Jenis Tes Disaster Recovery Plan :
Ada 5 tipe tes rencana pemulihan bencana. Susunan di bawah ini adalah berdasarkan prioritas,dari yang paling sederhana hingga jenis/tipe tes yang paling lengkap.Setiap tes terlibat secara lebih progresif dan lebih akurat melukiskan tanggung jawab actual perusahaan. Beberapa tipe-tipe tes, contohnya dua yang terakhir memerlukan investasi besarbaik waktu, sumber daya dan koordinasi saat implementasi.
Berikut ini adalah jenis/tipe tes :
 Checklist Test. Duplikasi dari rencana tersebut didistribusikan ke masing-masing business units management. Rencana tersebut kemudian di-review untuk menjamin rencana tersebut terhubungkan kesemua prosedur-prosedur dan area-area organisasi yang critical. Kenyataannya, ini dianggap sesuatu langkah pendahuluan tes yang nyata dan bukan tes yang memuaskan.
 Simulation Test. Selama tes simulasi, seluruh personil operasional dan support diharapkan menjalankan actual emergency meet pada sesi latihan. Tujuannya di sini adalah untuk menguji kemampuan personil dalam merespons simulasi bencana. Simulasi tersebut mengarah pada point relokasi untuk alternatif backup site atau menentukan prosedur pemulihan, tetapi tidakdilaksanakan proses pemulihan aktual atau proses alternatif.
 Paralel Test. Paralel adalah tes penuh dari rencana recovery, dengan menggunakan seluruh personil. Perbedaan antara paralel test dengan full interruption test selanjutnya adalah proses produksi utama pada bisnis tidak berhenti. Tujuan dari tes jenis ini adalah untuk memastikan bahwa critical system akan berjalan aktual pada alternatif proses backup site. Sistem-sistem tersebut direlokasikan ke site alternatif , proses paralel mulai dijalankan dan hasil transaksitransaksi dan elemen-elemen lainnya yang dibandingkan. Tipe ini yang paling umum dari tes disaster recovery plan.
 Full – Interruption Test. Selama full interruption test, sesuatu bencana direplikasikan langsung ke sesuatu saat pelaksanaan produksi normal yang terhenti. Rencana tersebut secara keseluruhan di implementasikan seperti sebuah bencana yang nyata, langsung melibatkan emergency sevices (meskipun untuk tes yang lebih besar, local authorities mungkin di informasikan dan membantu cordinate). Tes tersebut merupakan bentuk tes yang sangat menakutkan, dari mana ini dapat menyebabkan sesuatu bencana pada tes tersebut. Ini juga merupakan jalan yang terbaik yang paling pasti untuk menguji disaster recovery plan.

Tahapan Disaster Recovery Plan adalah sebagai berikut :
1. REDUNDANT atau Dual Input POWER SOURCE
Siapkan power source yang memadai dan siap pakai serta bisa juga kita terapkan pada DUAL Input power ke UPS kita. Jika tidak ada Genset, kita juga bisa memanfaatkan Input sumber daya yang lain seperti tenaga Surya, dll.
a. Input Power dari PLN.
b. Input Power dari GENSET.
c. Input Power dari Power Source lain.
2. DUAL UPS atau Redundant UPS to PSU
a. UPS A
b. UPS B
Kita gunakan 2 UPS dengan Input Power Source yang berbeda untuk men-supply sebuah server yang memiliki dual Power Supply Unit. Tentunya ini berlaku untuk server yang punya 2 buah Power Supply Unit ( PSU ). Tujuannya adalah jika terjadi problem di salah satu Power Source maka Server juga masih bisa hidup dari Power Supply yang lain atau Power Source yang lain.
3. DUAL POWER SUPPLY UNIT ( per server )
a. PSU A dengan power input dari UPS A
b. PSU B dengan power input dari UPS B
Tidak semua Server memiliki fasilitas Dual Power Supply ini, jadi jika server kita memiliki dual Power Supply maka sebaiknya kita manfaatkan se-optimal mungkin.

4. LOCAL STORAGE RAID System untuk OS
RAID System ( Redundant Array of Inexpensive Disks ) adalah sekelompok harddisk yang berfungsi saling mengantikan / redundant untuk menjaga fungsional harddisk.

Tujuannya adalah jika salah satu atau beberapa harddisk dari suatu kelompok harddisk mengalami kerusakan, maka sekelompok harddisk tersebut secara fungsi tidak mengalami problem sehingga kita tidak sampai mengalami kehilangan data. Pada RAID System ini dianjurkan mengunakan harddisk HotPlug atau harddisk HotSwap, sehingga dengan harddisk ini kita tidak perlu mematikan server untuk proses pengantian harddisk yang rusak tersebut.System RAID yang dapat kita gunakan adalah :
a. RAID 1+0 / Mirror ( minimal ), lebih bagus lagi pake RAID5 atau RAID6 .
b. RAID5 => ( N=N-1 ), 1 buah harddisk yang dialokasikan untuk Fault Tolerance.
c. RAID6 / RAID ADG ( Advanced Data Guard ) => ( N=N-2 ), 2 buah harddisk yang dialokasikan untuk Fault Tolerance.
5. DUAL / REDUNDANT Connection LAN per server
Mengunakan 2 LAN Card atau lebih tentu akan menjamin Availability server dalam jaringan jika terjadi kerusakan pada LAN Card Server. Sehingga jika salah satu koneksi LAN putus maka koneksi LAN yang lain dapat mengambil alih koneksi atau otomatis Take Over. Redundant Connection ini dapat berupa :
a. NIC / LAN Card untuk Redundant Connection & Load Balancing
b. FO untuk Redundant Connection (Server ke SAN / NAS & FO antar Switch)

6. REDUNDANT Connection EXTERNAL STORAGE
Protection untuk OS, Database & Fileserver External Storage berupa SAN ( Storage Area Network ) ataupun NAS ( Network Attach Storage ) saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan pokok dalam Server System. Redundant Connection dari Server ke External Storage ini sangat penting karena sangat membantu dalam menigkatkan proteksi storage sesuai sehingga fungsional Data Storage dapat befungsi sebagaimana mestinya. Koneksi dari Server ke External Storage berupa Fiber Optic ( FO ) atau Ethernet Connection ( iSCSI ) dan proteksi ke storage kita berupa :
a. System RAID (RAID 1+0, RAID5 atau RAID6)
b. ASM & OMF ( khusus untuk Database Oracle )

7. TAPE BACKUP, Tape Library atau Vitual Tape Library ( VTL )
Tape Backup adalah Proteksi Data lebih lanjut baik ke External Catriedge maupun Virtual Tape Library yang selanjutnya Tape Catriedge di simpan ke suatu tempat khusus agar jika terjadi disaster ( musibah ) dapat digunakan untuk recovery data dengan cepat.
a. Tape Backup Convensional dengan Catriedge yang memadai
b. FO untuk Redundant Connection (dari Server ke Library atau VTL / Virtual Tape library)
8. SERVER REPLICATION TECHNOLOGY
Technology yang di implementasikan pada Server kita sangat berperan penting, misalnya pada Single Server jika terjadi problem ringan seperti RESTART Server, Update Patch, dll butuh waktu untuk Downtime 5 menit hingga 15 menit untuk proses Running Up Server. Apalagi problem fatal maka butuh waktu sekitar 1 jam lebih untuk Re-Building Server yang sama seperti semula. Maka dengan Technology Server Replication maka Downtime Server tersebut bisa di minimalkan bahkan bisa di tekan hingga hingga ZERO Downtime.
Ada 2 macam teknik dalam Server Replication, yaitu :
a. MIRRORED SERVER
b. CLUSTERED SERVER
Pada Mirrored server dibutuhkan Intervensi IT Administrator untuk melakukan Switching atau TakeOver Server termasuk menjalankan Script agar Server Pasif dapat mengambil alih Server Aktif yang sedang Down. Sedangkan pada Clustered Server tidak lagi dibutuhkan intervensi IT Administrator karena Clustered Server bisa melakukan TakeOver secara otomatis. Pada server penulis, proses TakeOver Clustered Server dari NODE1 ke NODE2 di Windows Server 2003 hanya berjalan dalam hitungan sekitar 5 detik.

Clustered System adalah Teknik mengabungkan kemampuan atau kekuatan beberapa buah Server menjadi sebuah Server System yang Powerfull. Secara phisical, Clustered Server ini terdiri atas 2 buah Server atau lebih bahkan hingga ratusan Server. Namun secara System dikenali sebagai 1 buah Server System. Jadi Clustered Server merupakan manifestasi atau miniatur daripada Server Mainframe yang harganya sangat mahal, sehingga dengan menjadi Clustered Server biaya pembelian Server Mainframe dapat di gantikan dengan membangun Clustered Server.
9. SERVER CO-LOCATION
Server Colocation adalah Server production kita gunakan operasional sehari-hari yang di Replikasi-kan pada Server kita yang berada diluar Site Server kita. Misalnya di luar kota, di luar pulau bahkan di luar negeri. Implementasi ini sangat bergantung pada kecepatan bandwith koneksi yang kita miliki atau kita sewa dari ISP.
Ada 3 macam teknik dalam Server Co-Location, yaitu :
a. MIRRORED SERVER Co-Location
b. CLUSTERED SERVER Co-Location
c. BACKUP Storage to Co-Location Storage ( umumnya mengunakan NAS dengan iSCSI )

Chairul Tanjung Ambil 40% Saham Carrefour :

Chairul Tanjung Ambil 40% Saham Carrefour :
JAKARTA - Trans Corp, kelompok usaha Para Group dalam bidang media, lifestyle, ritel serta entertainment dan Carrefour telah melakukan kerja sama strategis demi mendorong pertumbuhan dan penyediaan akses bagi seluruh konsumen di Indonesia akan produk-produk berkualaitas dengan harga yang terjangkau.Dalam kerja sama strategis ini, Trans Corp telah melakukan pembelian 40 persen saham dari PT Carrefour Indonesia dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar, sedangkan pemegang saham lainnya adalah Carrefour SA atau setara 39 persen, Carrefour Nederland BV setara dengan 9,5 persen dan Onesia BV setara dengan 11,5 persen.
Hal ini merupakan titik balik bagi sejarah bisnis di Indonesia di mana sebuah perusahaan swasta nasional mengambil alih sebagian kepemilikan dari perusahaan Multi Nasional (Carrefour adalah perusahaan 25 besar Fortune Global 500)."Trans Corp akan menjadi rekanan aktif operasi Carrefour Indonesia," ungkap Pendiri Para Group ini yang akan menjabat sebagai Presiden Komisasri dari PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Trans Corp yang diwakili oleh Chairul Tanjung, pendiri Para Group akan menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Carrefour Indonesia, demikian pula Jenderal Purnawirawan AM Hendropriyono dan mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia S Bimantoro telah ditetapkan sebagai Komisasris.
Carrefour saat ini merupakan retailer terbesar di Indonesia dan mempunyai pengaruh besar terhadap distribusi barang dan komoditas di negeri ini. Pemasok Carrefour bervariasi mulai dari perusahaan besar, perusahaan kecil dan menengah, petani, peternak, kelompok nelayan dan lain-lain.
"Kita semua sadar akan posisi kepemimpinan dan pentingnya keberadaan Carrefour bagi negeri ini," pungkasnya.(wdi)
Dalam kerja sama strategis ini, Trans Corp telah melakukan pembelian 40 persen saham dari PT Carrefour Indonesia dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar, sedangkan pemegang saham lainnya adalah Carrefour SA atau setara 39 persen, Carrefour Nederland BV setara dengan 9,5 persen dan Onesia BV setara dengan 11,5 persen. Hal ini merupakan titik balik bagi sejarah bisnis di Indonesia di mana sebuah perusahaan swasta nasional mengambil alih sebagian kepemilikan dari perusahaan Multi Nasional (Carrefour adalah perusahaan 25 besar Fortune Global 500)."Trans Corp akan menjadi rekanan aktif operasi Carrefour Indonesia," ungkap Pendiri Para Group ini yang akan menjabat sebagai Presiden Komisasri dari PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Trans Corp yang diwakili oleh Chairul Tanjung, pendiri Para Group akan menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Carrefour Indonesia, demikian pula Jenderal Purnawirawan AM Hendropriyono dan mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia S Bimantoro telah ditetapkan sebagai Komisasris.

Carrefour saat ini merupakan retailer terbesar di Indonesia dan mempunyai pengaruh besar terhadap distribusi barang dan komoditas di negeri ini. Pemasok Carrefour bervariasi mulai dari perusahaan besar, perusahaan kecil dan menengah, petani, peternak, kelompok nelayan dan lain-lain."Kita semua sadar akan posisi kepemimpinan dan pentingnya keberadaan Carrefour bagi negeri ini," pungkasnya.(wdi)

Rupiah Semakin Jauh dari Rp9.000


Rupiah Semakin Jauh dari Rp9.000

JAKARTA - Setelah sempat mengalami penguatan tipis dan hampir menembus level Rp9.000 per USD, nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan tipis.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Jumat (16/4/2010), kurs tengah rupiah melemah di Rp9.018 per USD. Sebelumnya, rupiah berada dilevel Rp9.004 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah berada di posisi Rp9.002,5 per USD, di mana kisaran perdagangan harian rupiah berada di kisaran Rp9.002-Rp9.022 per USD.Seperti dikutip dari Valbury Securities, munculnya kembali concern defisit Yunani menjadi pemicu lain yang menyebabkan naiknya aset-aset safe haven seperti USD, obligasi dan Emas. Padahal, pihak Yunani telah mengajukan pertemuan resmi (official talk) dengan otoritas Eropa dan IMF, yang dapat merupakan langkah maju untuk memperoleh emergeny loan yang dijanjikan Uni Eropa akhir minggu lalu.
Yield spread obligasi untuk notes 10 tahun antara Yunani dan Jerman mengalami peningkatan mendekati rekornya, namun terkoreksi kembali di penutupannya. Besarnya yield spread obligasi Yunani dengan Jerman tersebut merupakan reaksi dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap isu defisit Yunani.Sementara rebound safe haven USD menekan harga komoditas minyak, sementara harga obligasi di pasar Treasury AS naik karena pesimisme data jobless claims yang meng?counter perbaikan di sejumlah sektor ekonomi lainnya. Crude oil terkoreksi dari penguatannya di sesi awal, diperdagangkan melemah di areal USD85,5 per barel pada penutupan semalam.
Optimisme pertumbuhan ekonomi Cina gagal mempertahankan peningkatan harga minyak dunia tersebut, yang Rabu sebelumnya melonjak hingga dua persen. Euro mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang utama dunia, setelah dalam lima hari perdagangan sebelumnya mencatat kenaikan. Dan tekanan euro terhadap USD merupakan yang terbesarnya selama tiga minggu. Euro turun ke 1,35 per USD yang merupakan level terendah minggu ini, setelah sempat menguat hingga mendekati areal 1,37 per USD pada Senin lalu.
Safe haven USD rebound terhadap mayoritas mata uang utama dunia, namun masih melemah terhadap yen di bawah level 83 per USD. Emas mempertahankan rebound setelah sempat mencapai day high USD1.161,3 per troy ounce.(wdi)
Kasatpol PP Haryanto Badjuri Dicopot :
JAKARTA- Pemda DKI Jakarta akhirnya mengabulkan permohonan wakil rakyat dan sejumlah ormas yang menginginkan agar Kasatpol PP Haryanto Badjuri dicopot dari jabatannya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan telah mencopot Haryanto Badjuri. Hal itu disampaikan Foke dihadapan para wakil rakyat di Gedung DPRD Jakarta, Jumat (16/4/2010).“Pemprov DKI Jakarta menyerahkan pengusutan bentrok Koja kepada PMI. Demi independennya hasil investigasi tersebut, saya bebaskan kepala Satpol PP DKI dari kendali operasinya,” ujar Foke.
Usai bentrok Koja, desakan pencopotan terhadap Badjuri terus mengemuka. Dia dinilai sebagai orang yang paling bertanggungjawab lantaran menolak menarik anak buahnya dari depan makam Mbah Priok.
Aspirasi dari berbagai ormas dan kelompok masyarakat lain akhirnya diakomodir beberapa anggota DPRD Jakarta. Juru bicara Fraksi Amanat Bangsa, Wanda Hamidah, tadi petang mempertanyakan sikap Foke ke depan, terkait posisi Haryanto Badjuri.Sikap serupa juga dilontarkan juru bicara F-PDIP yang mempertanyakan, status kepegawaian Haryanto Badjuri yang seharusnya sudah pensiun sejak 4 tahun lalu.(ful)
Jumat, 09 April 2010
Untuk tugas ke-3 ini, coba kalian ceritakan untuk sistem yang telah kalian amati, bagaimanakah proses awal tahapan implementasi sistem pd organisasi atau perusahaan yang telah kalian amati.
Apa saja yang dipersiapkan untuk proses instalasi sistemnya.


2.1 . Modifikasi SDLC
Pengembangan Metodologi untuk Sistem informasi Web dalam project ini berdasarkan banyak literature, tahapan dalam methodology ini sama dengan SDLC (Sistem Development Life Cycle) dan berfokus pada metode dan teknis yang digunakan Tahapan SDLC dalam pengembangan sistem informasi Web
1. Planning
2. Analisa
• Analisa Teknologi
• Analisa Informasi
• Analisa User
• Analisa Biaya dan Resiko
3. Desain
• Desain Informasi
• Desain Grafik
• Database Application
• Model Development
• Database Design
• PHP Library Development

4. Implementasi
• Desain Review
• Pemilihan Sumber daya Hardware, Software
• Penulisan Program dan Instalasi
• Pengujian Web dan Dokumen Web
•Update Informasi atau update teknologi ( Maintenance )

2.2.1 Tahap Planning
Dalam tahap ini sama dengan tahap SDLC yaitu terdapat tahapan [4] :
• Feasibility yaitu keberadaan dari legalitas, organisasi, teknik, dan ekonomi
• Sistem Investigasi berupa wawancara, observasi, quesioner. Dalam tahapan ini jika tahap feasibility hasilnya baik, maka ke tahap investigasi dalam tahap ini, client diberikan sebuah form yang nantinya form ini dapat digunakan untuk mencatat kebutuhan dari client.
Contoh Form Request [5]



Setelah tahap proposal disetujui, maka rencana melakukan komunikasi dengan client, untuk mengetahui kebutuhan lebih detail dari project, kesepakatan waktu yang diperlukan dan biaya

2.2.2 Tahap Analisa.
Pada tahap ini dibagi menjadi beberapa langkah [ 3] :
• Analisa Teknologi , teknologi yang digunakan, pemilihan desain Web, desain grafis.
• Analisa Informasi, mengenai informasi static dan informasi dinamis yang digunakan
• Analisa User, Kategori user yang digunakan dalam sistem informasi Web.
• Analisa Biaya dan Resiko

Dalam tahap analisa menggunakan metoda prototype yang akan dilakukan iterasi oleh user, dan penggunaan dokumen disetiap iterasi untuk memudahkan dalam pengembangan kemajuan yang telah dilakukan oleh user. Prototype [6] adalah proses membangun sebuah sistem dalam sebuah model. Dalam pengertian sistem informasi prototype digunakan untuk membantu sistem desain yang akan dibangun sistem informasi secara intitusi dan mudah diubah untuk end user, prototype merupakan bagian dari proses iterative phase.

2.2.3 Tahap Desain
Pada tahap desain dapat dibagi menjadi 2 hal yaitu :
• Tahap Desain Informasi
• Tahap Desain Grafik
Jika sistem informasi Web menggunakan database maka dibagi menjadi beberapa tahap,yaitu [7]
• Model Development
• Desain Database

2.2.3.1 Tahap Desain Informasi
Tahap informasi, seperti desain dari set hyperlink-link halaman Web. Atau juga struktur desain dari database dan proses dari data. Dalam tahap ini dihasilkan dalam bentuk diagram yang menggambarkan informasi dalam bentuk hierarki.

2.2.3.2 Tahap Desain Grafis
Dalam tahap Desain grafik diperlukan kesesuaian dari [8] :
• Warna
• Layout ( tampilan )
• Gambar dan graphic
Semuanya menjadi kesatuan agar terlihat menarik. Tidak lupa menambahkan logo perusahaan . Dalam tahap desain, dilakukan iterasi dengan user mengenai tampilan desain yang akan dibuat. User akan mengikuti perkembangan project dan permintaan user yang berubah – ubah dapat dihindari ditahap ini.
2.2.3.3 Model Development
Merupakan model yang akan digunakan sebagai arsiteketur sistem. Model ini menggambarkan relationship (hubungan) dari sistem keseluruhan, antara semua fungsi dalam module yang terpisah, perubahan atau perpindahan data dari module dalam sistem.
2.2.3.4 Desain Database
Merupakan hubungan relasi antara table dapat berupa normalisasi, dan menggambarkan secara detail masukan dan keluaran data. Dalam mendesain sebuah Web terutama dalam tahap informasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan [9] :
1. Informasi, dalam membuat system informasi Web, yang terpenting dari keinginan user adalah informasi yang diberikan dari situs tersebut. Informasi yang ditawarkan dapat berupa informasi produk, artikel, diskon harga, tips dan lain –lain.
2. Update Informasi Jika sebuah Web memiliki informasi yang statis, user jarang untuk melihat kembali situs tersebut walaupun secara desain sudah menarik namun tidak ada perubahan informasi maka user tidak akan mengujungi situs tersebut, Update informasi suatu cara untuk menarik user agar selalu mengunjungi situs.
3. Jumlah pengunjung Penambahan data untuk menampilkan junlah pengunjung yang tersedia dalam Web site, salah satu trik dalam memotivasi user untuk mengetahui berapa jumlah user yang telah mengunjungi Web site.
4. Akses cepat dalam membuka halaman Web Tampilan animasi seperti flash, java, image dapat membuat halaman Web dibuka sangat lama, umumnya user segan untuk menunggu Web site tersebut. Maka dalam merancang sebuah Web dioptimalkan design yang diperlukan.
5. Tampilan Desain yang baik dilihat. Untuk Web site bukanlah desain yang lebih diutamakan, namun lebih mudah dalam navigate Web. Kemudian Web site yang dibuat haruslah mempunyai
credibility, jika user masuk ke Web site, user mempercayai situs tersebut tidak berisikan virus, spyware atau menuju ke situs terlarang.
6. Interaktif. Dalam hal ini disajikan informasi yang membuat user tertarik ingin mengunjungi situs. Sebagai contoh situs roti dan kue, maka untuk menarik user atau pengunjung diberikan informasi seperti :
• Artikel tentang resep roti
• Diskon harga
• Update informasi tentangproduk yang dijual.

2.2.4 Tahap Implementasi
Dalam tahap terakhir ini menjadi beberapa langkah yaitu [3] :
• Desain Review
• Pemilihan Sumber daya Hardware, Software
• Penulisan Program dan Instalasi
• Pengujian Web dan Dokumen Web
• Update Informasi atau update teknologi ( Maintenance ) Untuk tahap Desain Review, terdapat
beberapa hal yang harus diperhatikan[9]:
• Pemeriksaan HTML, seperti link dalam setiap halaman dan file –file yang lainnya seperti image, file pdf, animasi dan lain –lain
• Disarankan mengurangi penggunaan frame dalam Web, perbedaan aplikasi browser
yang digunakan mempengaruhi tampilan Web.
• Menggunakan ukuran font yang besar atau sedang, untuk memudahkan dalam membaca setiap halaman Web.
• Menghindari penggunaan kata “clik here” digantikan dengan “detail” atau “lebih lengkap”. Membuat user tertarik untuk menuju halaman berikutnya. Menggunakan judul dokumendi setiap halaman, dalam
HTML umumnya
menggunakan
…..
.
Pemilihan sumber dayahardware dan software berhubungan dengan teknologi yang akan digunakan,penulisan program dan instalasi setelah ditetapkan teknologinya dan rancangan
yang telah dianalisa sebelumnya seperti e-commerce atau hanya HTML. Dalam pengujian Web,
dilakukan pengujian sistem untuk menguji kinerja dari sistem dan mencari kesalahan dari sistem.
Dalam pengujian dokumen terdapat beberapa hal [10] :
• Akurasi atau ketepatan dari dokumen. Seperti contact person yang dapat dihubungi dari penulis dokumen dan email yang dapat dihubungi.dan menghindari kerancuan antara Web master dengan contact person dalam penulis dokumen.
• Authority Web. Dokumen yang telah diterbitkan dalam halaman Web, mencatumkan pula link dari situs lain, jika dokumen tersebut telah ditampilkan di situs lain
• Objective Information. Mengenai keakuratan dokumen seperti batas waktu informasi dalam dokumen. Misalkan informasi lowongan kerja jika sudah dalam batas waktu yang ditetapkan, maka informasi tersebut haruslah dihapus.
• Currency, jika informasi tersebut ditampilkan setiap hari maka terdapat keterangan perubahan dan update link, mengenai tanggal dan informasi.
Untuk tugas kedua ini, coba jelaskan mengenai Tahapan Implementasi Sistem Informasi..jelaskan masing-masing proses yang terjadi didalamnya.

3.4 Tahap Implementasi
Tahap selanjutnya Implementasi, yang terdiri dari beberapa tahap.
3.4.1 Penulisan Program dan Instalasi
Merupakan tahap penulisan program yang telah dianalisa dan didesain semua maka program yang digunakan adalah PHP dan database yang digunakan MySql.
3.4.2 Desain Review
Setelah tahap penulisan dan instalasi selesai maka pengujian desain review, dalam tahap ini tidak hanya menguji desain yang digunakan namun menguji semua sistem yang telah diterapkan seperti tidak adanya lokasi link, image yang salah, pengujian sistem seperti penyimpanan data, update artikel dan lain –lain
3.4.3 Pemilihan Sumber Daya Hardware dan Software
Dalam tahap ini seperti Software dan Hardware yang digunakan untuk Web server ataupun pemilihan ISP untuk domain dan penyimpanan data jika menggunakan layanan
jasa Internet Service Provider
3.4.4 Pengujian Web dan Dokumen Web
Dalam tahap ini mengujikan Web dengan berbagai teknologi browser yang ada, serta pemeriksaan dokumen Web. Dalam pemeriksaan dokumen Web terdapat beberapa hal yang diperhatikan yaitu:
• Akurasi atau ketepatan dari dokumen. Seperti contact person yang dapat dihubungi dari penulis dokumen dan email yang dapat dihubungi.dan menghindari kerancuan antara Web master
dengan contact person dalam penulis dokumen.
• Authority Web. Dokumen yang telah diterbitkan dalam halaman Web, mencatumkan pula link dari situs lain, jika dokumen tersebut telah ditampilkan di situs lain
• Objective Information. Mengenai keakuratan dokumen seperti batas waktu informasi dalam dokumen. Misalkan informasi lowongan kerja jika sudah dalam batas waktu yang ditetapkan, maka informasi tersebut haruslah dihapus.
• Currency, jika informasi tersebut ditampilkan setiap hari maka terdapat keterangan perubahan dan update link, mengenai tanggal dan informasi.


3.4.5 Update Informasi atau Update Teknologi
( Maintenance )
Merupakan tahap untuk update informasi seperti informasi harga barang, produk terbaru, tips dan trik artikel seperti artikel perawatan HP, Informasi HP terbaru kelebihan dan kekurangan dari masing – masing HP.