Berkas Bahasyim Sudah Dikirim Ulang ke Kejagung

Jumat, 21 Mei 2010
JAKARTA- Setelah diperbaiki oleh penyidik Polda Metro Jaya, akhirnya berkas perkara tersangka kasus mafia pajak Bahasyim Assifie dikembalikan lagi ke Kejagung pada Kamis 20 Mei, kemarin.

Sebelumnya, berkas Bahasyim sempat dikembalikan oleh Kejagung karena dinilai belum lengkap alat buktinya. Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Wahyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/5/2010).

“Wah saya tidak tahu persis jumlah (gratifikasi)-nya. Tapi untuk bisa mendapatkan itu, semua yang terkait dengan transaksi diperiksa, sehingga berkasnya sudah dikirim tahap satu,” ungkapnya.

Meski belum mendapatkan jumlah pasti nominal uang milik Bahasyim yang diduga hasil gratifikasi, Kapolda menegaskan aliran dana ini sudah menyalahi aturan. “Ya, yang jelas itu adalah uang-uang yang bisa dimasukkan dalam tindak pidana,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menjerat mantan pejabat Ditjen Pajak Kemmenkeu dan Bappenas ini dengan pasal pencucian uang dan tindak pindana korupsi.

Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Bahasyim langsung menghuni tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Selain Bahasyim anak dan istri Bahasyim juga terancam dikenakan pasal pencucian uang.

Bahasjim adalah pegawai Dirjen Pajak yang diperbantukan di Bappenas pada 2008 dan menjabat sebagai Inspektur Kinerja Kelembagaan Bapennas. Bahasjim mulai dicurigai karena memiliki rekening tak wajar. Bayangkan, PNS sekelas Bahasjim memiliki rekening hingga Rp70 miliar. Diduga uang tersebut merupakan hasil korupsi atau gratifikasi di Dirjen Pajak

Bupati Pasuruan Ditahan Kejaksaan Agung

JAKARTA - Bupati Pasuruan, Jawa Timur, Dade Angga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebocoran kas daerah senilai Rp74 miliar pada 2001 silam. Dade langsung ditahan setelah diperiksa penyidik Kejaksaan sejak pukul 10.00 WIB.

Peranan Dade dalam kasus ini diduga sebagai inisiator pemindahan dana kas daerah dari Bank Jatim ke Bank Bukopin Cabang Malang, Jawa Timur.

Menurut Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Marwan Effendy, setelah penahanan berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap. “Ya hari ini ditahan dan selanjutnya P21,” kata Marwan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (21/5/2010).

Selain Dade, sudah ada dua orang yang sudah menjadi terpidana dalam kasus yang sama, yakni mantan Kepala Bagian di Pemda Pasuruan, Indra Kusuma dan Totok Setyo Susilo.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Dade yang mengenakan batik cokelat itu langsung digiring enam petugas dengan mobil Kijang Innova Silver bernopol B 1492 WQ di bawa ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan, dengan status tahanan titipan Kejati Jawa Timur.

Tak sepatah kata pun keluar dari mulut orang nomor satu di Pasuruan itu. Dia hanya tertunduk lesu digiring petugas

Karena Lepaskan Tembakan, Brimob Diteriaki Rampok

JAKARTA - Upaya untuk melindungi pedagang dari pengosongan lahan usaha di Lantai Dasar Blok D, rupanya tak berakhir mulus bagi si oknum Brimob. Pasalnya dengan meletuskan tembakan dari pistol yang dibawanya, membuatnya nahas.

Demikian informasi yang dihimpun okezone dari lokasi, Lantai Dasar ITC Mangga Dua, Jakarta, Kamis (20/5/2010).

Kedatangannya oknum Brimob ke ITC Mangga Dua, disambut oleh pihak pengelola. Menurut salah seorang pedagang, Rini, antara kedua pihak tersebut sempat terjadi adu mulut. Hingga akhirnya terdengar suara letusan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut, secara spontan meneriaki oknum Brimob sebagai Rampok. Tak ayal, hal memberi komando bagi warga untuk membengkuk oknum Brimob tersebut.

"Lalu dikejar warga, oknum brimob menembak ke atas, dan menodong ke arah massa," tutur Rini.

Dikeroyok di Mangga Dua, Anggota Brimob Kritis

JAKARTA - Anggota Brimob Polda Metro Jaya yang dikeroyok massa di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, dilarikan ke Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pantauan di lokasi dan informasi yang dihimpun okezone, Kamis (20/5/2010), korban dalam kondisi kritis. Wajah dan sekujur tubuhnya luka parah.

"Dia dikeroyok karena lari saat dikejar," kata Yuli, salah seorang saksi.

Saat ini, sejumlah anggota Provost diturunkan ke lokasi. Mereka langsung berjaga-jaga di sekitar ITC Mangga Dua. Sementara itu, petugas Mapolsek Pademangan yang menangani kasus tersebut, belum bersedia memberikan keterangan.

Sesaat setelah dikeroyok warga, oknum Brimob tersebut sempat diselamatkan di pos keamanan ITC Mangga Dua. Bahkan, dia mendapat kawalan dari Provost bersenjata laras panjang.
(lam)

Polsek Pademangan Limpahkan 3 Saksi ke Polda

JAKARTA - Polsek Pademangan melimpahkan kasus penembakan oknum Brimob yang kemudian dikeroyok warga, kepada Polda Metro Jaya. Polsek juga ikut melimpahkan tiga orang saksi yang dianggap mengetahui kasus ini.

Demikian dikatakan Kapolsek Pademangan Kompol Wawan saat dihubungi okezone, Jumat (21/5/2010).

Ketiga orang saksi tersebut berasal dari warga yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa tersebut terjadi. Ketiganya berinisial SUP, DEN, dan MAR.

"Hingga saat ini masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Mereka saksi yang berada di TKP saat terjadi pemukulan anggota Brimob oleh warga," terang Wawan.

Seperti diberitakan kemarin, seorang anggota Brimob tersebut mendatangi ITC Mangga Dua untuk membatalkan upaya pengosongan pihak pengelola terhadap para pedagang yang menempati Blok D Lantai Dasar ITC Mangga Dua.

Pihak pengelola beralasan, para pedagang tidak memiliki izin untuk menempati lokasi usahanya itu. Namun pihak pedagang menjelaskan hal ini dikarenakan setoran sewa para pedagang yang tidak sampai ke pihak pengelola. Hal ini dilatari, salah seorang pegawai pengelola, Kisin, tidak memberikan setoran yang telah ditariknya dari para pedagang.

Saat upaya pengosongan akan dilakukan pihak pengelola, oknum Brimob yang berpakaian preman mendatangi untuk menghalangi upaya tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara oknum Brimob dengan pihak pengelola, hingga akhirnya terdengar letusan tembakan dari tangan Brimob.

Namun letusan tersebut menimbulkan reaksi dari warga. Bahkan secara spontan, warga meneriaki oknum Brimob tersebut dengan rampok. Alhasil, warga lainnya pun memburu oknum Brimob tersebut. Walau sempat menodongkan senjatanya ke arah massa yang beringas, dan melepaskan tembakannya lagi. Warga berhasil membekuknya

Polda Dalami Penembakan di ITC Mangga Dua

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengambil alih kasus penembakan oknum anggota Brimob yang berujung pada pengeroyokan di ITC Mangga Dua.

Sejauh ini, Polda masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Sementara itu oknum anggota Brimob yang melakukan penembakan Briptu MG, belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisinya masih kritis.

"Belum bisa diambil keterangannya karena masih dirawat. Korban juga masih kritis," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono di Jakarta, Jumat (21/5/200).

Ditanya soal Briptu GM yang tidak memakai seragam saat berada di TKP, Wahyono mengatakan hal itu juga masih pendalaman. "Ya nanti kita akan dalami. Kalau ada yang mau memberikan keterangan tambahan mengenai masalah ini, silahkan," ujarnya.

Menurut Wahyono, terkait tindakan melepaskan tembakan, berada di lokasi atas perintah atau tidak, dan lainnya, akan terjawab setelah GM menjalani pemeriksaan. "Ya kita dalami, janganlah terburu-buru kan belum diperiksa. Ini yang belum kita ketahui yang akan kita periksa dan selidiki," imbuhnya.

Seperti diberitakan kemarin, seorang anggota Brimob tersebut mendatangi ITC Mangga Dua untuk membatalkan upaya pengosongan pihak pengelola terhadap para pedagang yang menempati Blok D Lantai Dasar ITC Mangga Dua.

Pihak pengelola beralasan, para pedagang tidak memiliki izin untuk menempati lokasi usahanya itu. Namun pihak pedagang menjelaskan hal ini dikarenakan setoran sewa para pedagang yang tidak sampai ke pihak pengelola. Hal ini dilatari, salah seorang pegawai pengelola, Kisin, tidak memberikan setoran yang telah ditariknya dari para pedagang.

Saat upaya pengosongan akan dilakukan pihak pengelola, oknum Brimob yang berpakaian preman mendatangi untuk menghalangi upaya tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara oknum Brimob dengan pihak pengelola, hingga akhirnya terdengar letusan tembakan dari tangan Brimob.

Namun letusan tersebut menimbulkan reaksi dari warga. Bahkan secara spontan, warga meneriaki oknum Brimob tersebut dengan rampok. Alhasil, warga lainnya pun memburu oknum Brimob tersebut. Walau sempat menodongkan senjatanya ke arah massa yang beringas, dan melepaskan tembakannya lagi. Warga berhasil membekuknya.

Taliban Serang Pos Polisi Afghanistan

KHOST - Kelompok militan Taliban terlibat baku tembak dengan Kepolisian Afghanistan di dalam sebuah polisi di dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan hari ini.

Menurut pejabat Kota Urgun, kelompok Taliban yang jumlahnya tidak diketahui tiba-tiba melakukan serangan terhadap pos polisi di wilayah tersebut. Sebelumnya mereka meledakan sebuah bom di depan gerbang pos polisi itu. Demikian dilansir Reuters, Jumat (21/5/2010)

Kelompok Taliban yang dilengkapi senjata ringan dan granat tersebut sebelumnya bersembunyi di dekat pos polisi tersebut. Namun persembunyian mereka sempat diketahui oleh pihak kepolisian, dan akhirnya baku tembak antara kedua pihak pun tidak dapat dihindari.

Hingga kini belum ada laporan jelas mengenai korban jiwa atau korban terluka. Serangan terbaru dari pihak Taliban membuktikan keadaan di negeri konflik tersebut belum sepenuhnya aman.
Meskipun pihak keamanan Afghnistan bersama dengan pasukan Amerika Serikat (AS), terus melakukan operasi pemberantasan kelompok Taliban sejak awal tahun ini.(