Seorang Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit (Manusia dan Kegelisahan)

Minggu, 06 Maret 2011
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situai tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekwatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi
dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena pa yang diinginkan tidak tercapai.
Contoh
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit justru tidak dapat merasa tenang .karena ada ancaman terhadap haknya.dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sedang sakit,karena ia merasa khawatir.dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.

Cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan atau kecemasan yaitu dengan memerlukan sedikit pemikiran: pertama-tama,kita tanyakan kepada diri kita sendiri (intropeksi ),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tangung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi.apa penyebabnya dan sebagainya.
Apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya.kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.karena tidak semua pengalaman didunia ini menyenangkanyang kedua kita bersedia menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dalam jiwa kita.dan yang ketiga dengan bersama-sama beerjalanya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan,dengan demikian kita akan tidak merasakan lagi adanya krasa/kecemasan atau kegelisahan dalam jiwa kita.
Cara Mengatasinya :
Untuk mengatasinya kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada tuhan.kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadanya.kita harus percaya bahwa tuhanlah yang maha kuasa,maha pencipta,maha pengasih,maha penyayang dan maha pengampun.
1) memerlukan sedikit pemikiran yaitu,pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang palingburuk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
2)Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita.
sirna dari jiwa kita.
3) Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi kegelisahan tersebut Keterasingan

http://www.scribd.com/doc/3916918

0 komentar:

Posting Komentar